9 Konsol Permainan Yang Gagal, Apakah Google Stadia Akan Segera Bergabung ?

Hp Dengan RAM 3GB Terbaru dan Terbaik di Tahun 2019 Mulai Dari 1 Jutaan, Di balik suksesnya PlayStation, Xbox, sampai Nintendo Switch, ternyata tidak sedikit loh konsol game yang gagal! Kali ini Jaka akan kasih tahu daftarnya!
Beberapa masa-masa yang lalu saat acara Game Developers Conference (GDC), Google mengenalkan platform game terbarunya, Google Stadia.

Ada sejumlah pihak yang mengasumsikan perangkat game itu akan menjadi produk gagal, menyusul konsol-konsol game beda yang telah lebih dulu gagal.

Nah, kali ini Jaka akan kasih anda 10 konsol game tidak berhasil yang pernah diciptakan oleh sekian banyak perusahaan, geng!

Mengapa Google Stadia Akan Gagal?
Mengapa Google Stadia ditebak akan merasakan kegagalan? Ada beberapa dalil yang mendasari kegagalan ini.

Salah satunya ialah masalah jaringan internet. Bahkan sekelas Amerika Serikat, infrastruktur jaringan yang dipunyai pun masih terdapat yang belum terlampau mewadahi konsol game ini.

Alasan kedua, ialah keterbatasan game yang dapat dimainkan melewati Google Stadia.

Karena mengangkat konsep cloud gaming, jelas pengembang game memerlukan sumber daya yang tak tidak banyak untuk menciptakan game semacam itu.

Di samping itu, sudah tidak sedikit perusahaan cloud gaming yang mesti tutup sebab sedikitnya jumlah pemain yang memanfaatkan layanan mereka. Apakah Google Stadia pun termasuk?

9 Konsol Game yang Gagal

Besar bisa jadi Google Stadia bakal segera menyusul 9 konsol game tidak berhasil yang ada inilah ini karena alasan-alasan tersebut.

Apa saja yang tergolong ke dalam barisan konsol game tidak berhasil sepanjang masa?

1. Ouya (2013)


Di urutan kesatu terdapat konsol game Ouya yang diluncurkan enam tahun lalu. Sebagai proyek yang didanai oleh tidak sedikit orang, konsol ini didukung oleh Android dan gampang dikembangkan.

Tentu bakal menyenangkan bilamana kita dapat memainkan game-game kesayangan kita laksana PUBG Mobile dengan memakai controller.

Realitanya, Ouya kendala mengajak para pengembang membuat game guna konsol ini. Pada akhirnya, Ouya diakuisisi oleh Razer.

2. Nintendo Wii U (2012)


Sebagai konsol kesatu dari Nintendo yang didukung dengan kualitas video HD, seharusnya Wii U dapat meneruskan kesuksesan Nintendo Wii.

Kenyataannya, penjualan Wii U melulu sekitar 15% dari Wii. Kegagalan ini didasari sejumlah faktor, tergolong ketidakmampuan pihak Nintendo untuk unik para pengembang game.

Di samping itu, bila dikomparasikan dengan kompetitornya (PlayStation 4, Xbox One), Wii U paling tertinggal dalam hal performa. Tabletnya pun paling tidak nyaman guna digunakan.

3. PlayStation Vita (2011)


PlayStation Vita diluncurkan guna menggantikan PlayStation Portable, di antara konsol game portabel yang sangat sukses sepanjang masa. Berhasil? Tidak.

Meskipun sukses menjual 10 juta unit, jumlah itu tertinggal jauh dari hasil penjualan PSP yang menyentuh angka 80 juta. Itu juga mayoritas melulu terjual di Jepang.

Ada beberapa dalil mengapa perlengkapan ini tidak terlampau laku, seperti timbulnya game-game guna smartphone, kekeliruan strategi, dan harga perlengkapan yang terlampau mahal.

Konsol Game Gagal Lainnya . . .

4. Gizmondo (2005)


Mau tahu misal kasus saat sebuah perusahaan jor-joran dalam menerbitkan uang demi menjual produknya namun gagal total?

Gizmondo ialah salah satu studi permasalahan yang sangat sesuai. Muncul sebagai pesaing PlayStation Portable dan Nintendo DS, konsol ini dapat memutar film, musik, SMS, dan GPS.

Hasilnya? Hancur lebur. Judul game yang dipunyai tidak hingga sepuluh judul. Unit yang terjual juga melulu sekitar 25.000. Perusahaan ini mesti dililit hutang sampai ratusan juta dolar.

5. Nokia N-Gage (2003)


Siapa yang pernah punya handphone legendaris yang satu ini? Nokia N-Gage ialah sebuah perlengkapan yang mengombinasikan antara handphone dan konsol game.

Pembuatan handphone ini barangkali terinspirasi dari kesuksesan Game Boy Advance miliki Nintendo. Sayangnya, N-Gage justru dirasakan sebagai suatu kegagalan.

Desainnya yang besar menciptakan handphone ini susah dipakai untuk telepon, sementara tombolnya pun tidak sesuai untuk dipakai bermain game.

6. Sega Dreamcast (1998)


Dreamcast adalahpenutup dari Sega sebelum menyimpulkan untuk mundur dari pasar konsol dan berfokus pada pengembangan game.

Sebenarnya, Dreamcast bukanlah konsol yang buruk. Banyak orang yang menyenangi konsol ini. Sayangnya, tidak sedikit developer menolak menciptakan game guna konsol ini.

Alasannya ialah kemunculan PlayStation 2, Xbox, sampai Gamecube yang lebih menjanjikan. Pada akhirnya, buatan Dreamcast dihentikan pada tahun 2001.

7. Apple Pippin (1996)


Tahukah kamu bila Apple pernah merilis suatu konsol game? Ternyata pada tahun 1996, Apple berkolaborasi dengan Bandai membuat perangkat game mempunyai nama Pippin.

Apple bertugas menciptakan hardware, di mana Bandai bertanggung jawab untuk meluangkan casing, pengemasan, dan desain controller.

Kerjasama itu tidak bertahan lama sebab perangkat ini tidak berhasil di pasaran. Tidak perlu lama untuk Steve Jobs, yang pulang ke Apple pada tahun 1997, untuk memblokir divisi ini.

Tapi perlu disalin bahwa Pippin membawa tidak sedikit inovasi. Contohnya ialah controller wireless yang dipunyai dan kemampuannya guna tersambung dengan koneksi internet.

8. Nintendo Virtual Boy (1995)


Sebelum teknologi Virtual Reality sepopuler sekarang, Nintendo pernah merilis konsep serupa yang diberi nama Virtual Boy.

Bedanya, headset VR yang dipunyai tidak dapat diikatkan ke kepala. Sebagai gantinya, headset VR ini ditopang oleh suatu tri-pod yang berdiri di atas permukaan yang rata.

Konsol ini paling tidak nyaman untuk dipakai dan dapat dipastikan akan menciptakan pegal kepala. Apalagi, game yang bisa dimainkan melulu menampilkan dua warna, yaitu hitam dan merah.

9. Atari Jaguar (1993)


Terakhir, terdapat Atari Jaguar yang diluncurkan sebelum PlayStation hadir kesatu kali. Sayangnya, konsol berikut yang menciptakan Atari mesti mundur dari pasar konsol.

Ketika diluncurkan, Atari menjual dirinya sebagai konsol game 64-bit. Padahal, yang sedang ramai di era tersebut ialah sistem 16-bit.

Atari Jaguar tidak pernah sukses karena mempunyai sistem yang susah dikembangkan oleh pengembang game. Apalagi kemunculan PlayStation semakin membenamkan konsol ini.

Akhir Kata
Itulah susunan konsol-konsol game yang gagal, geng. Padahal sudah menguras modal tidak sedikit untuk memasarkan produk namun nyatanya tetap saja tidak laku di pasaran.

Menurutmu, apakah Google Stadia bakal menyusul konsol-konsol game tidak berhasil ini? Atau malah Google sukses membalikkan prediksi dan meraih kesuksesan?.